Jumat, 06 Januari 2017

Prasangka, Deskriminasi, dan Etnosentrisme

Muslimah Inggris Hadapi Deskriminasi Agama dan Gender







REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Penelitian di Inggris menemukan bahwa perempuan Muslim mendapatkan dua jenis diskriminasi sekaligus, yakni agama dan gender. Perlakuan diskriminatif tersebut seringkali dialami di tempat kerja, dari media daring dan dalam kehidupan politik.
Dilansir dari The Indpendent, Muslimah di Inggris  mengalami kesulitan signifikan di tempat kerja, termasuk diskriminasi kehamilan dan rasial saat melampirkan aplikasi pekerjaan. Mereka yang memiliki gelar pun, dikatakan lebih kecil kemungkinan mendapatkan kerja tingkat sarjana dibandingkan wanita Kristen berkulit putih.
Hal itu terjadi walau pelamar Muslimah itu memiliki kualisifkasi yang sama, dengan pelamar wanita Kristen berkulit putih. Bahkan, Muslimah Inggris sangat kecil kemungkinan menerima balasan untuk sebuah aplikasi pekerjaan, ketika ia mengirimkan lamaran dan daftar riwayat hidup.
Satu dari 8 Muslimah mengatakan mereka dilarang secara ilegal untuk menikah atau memiliki anak, saat wawancara kerja. Sementara, 1 dari 4 majikan mengakui ragu untuk mempekerjakan wanita Muslim, karena kekhawatiran anak-anak mereka mendapatkan masalah dan atas dasar asumsi budaya dan stereotipe.
Selain itu, 43 persen wanita Muslim di Inggris merasa diperlakukan berbeda saat wawancara kerja, dan meningkat 50 persen bagi mereka yang berhijab. Pelecehan verbal di tempat umum turut diangkat dalam penelitian ini, terutama bagi mereka yang terlihat menggunakan hijab dan dianggap sebagai seorang Muslim.
Tindakan peludahan dan disuruh melepas cadar menjadi yang sering terjadi, terutama setelah pemboman Brussels dan serangan Paris. Pelecehan itu terjadi juga di media-media daring, yang menargetkan para Muslimah karena menggunakan hijab dan pakaian keagamaan lain.
Salah satu anggota parlemen Inggris, Tulip Siddiq, mengatakan laporan itu telah menunjukkan Islamofobia menjadi isu yang mendesak untuk ditangani. Malah, ia merasa diskriminasi saat wanita Muslim mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yang mengjutkan lagi di Inggris.
"Wanita Muslim harus menanggung prasangka tambahan terkait kesalahpahaman tentang keyakinan mereka, apakah itu dari pakaian yang mereka kenakan atau stereotip yang merugikan tentang keyakinan mereka," kata Siddiq, Kamis (26/5).


Opini : Saya sangat sedih membaca berita ini, sungguh tidak mempunyai hati nurani orang - orang sana dalam berperilaku dan berfikir, dimata TUHAN semua sama, kenapa sebagai manusia kita berani membedakan bahkan membuat pengecualian .

Solusi : 
  1. Cobalah untuk menghargai sesama manusia dan tidak membeda-bedakan
  2. Selalu berperilaku adil kepada semua orang
  3. Saling tolong-menolong sesama manusia





TERIMA KASIH





Agama & Masyarakat

Apa Ini Sebuah Penistaan atau Permainan Politik ?





Liputan6.com, Jakarta Seorang warga Kepulauan Seribu, Abdi Yaman, hadir di Rumah Lembang hari ini. Kedatangannya untuk memberi dukungan kepada calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Pada kesempatan ini, pemuda 21 tahun itu mengungkapkan, warga Kepulauan Seribu heran dengan kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok. Menurut dia, warga Kepulauan Seribu bingung mempertanyakan letak kesalahan Ahok.
"Warga Pulau Seribu bingung di mana penistaan agamanya? Pernyataan yang mana?" kata Abdi di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2017).
Abdi menegaskan, jika benar Ahok menista agama, warga Kepulauan Seribu sendiri yang akan mengeroyok Ahok. Nyatanya, tak satu pun warga yang menuntut bahkan melaporkan Ahok ke polisi.
"Kalau di Pulau Seribu menistakan agama, enggak usah habib melaporkan, saya yang akan bacok Pak Ahok di sana," tegas Abdi.
Abdi mengaku mendapat mandat dari Ketua RT tempat dia tinggal untuk menemui Ahok dan menyampaikan dukungan.
Dia menjelaskan, 99 persen warga Kepulauan Seribu merupakan Muslim, sehingga tak mungkin warga tak paham ayat yang disampaikan Ahok.
"Saya menuntut keadilan kepada Pak Ahok. Karena saya pribadi merasakan program Pak Ahok sejak SMA dengan terima KJP," tandas Abdi

  • .Opini
Pendapat saya berita ini masih belum jelas kebenarannya, karena warga Kepulauan Seribu mengungkapkan bahwa mereka bingung dimana letak kesalahan ahok dan dimana penistaan agama nya ?

  •  Solusi
Kita tidak bisa menghakimi orang dengan alasan kita sendiri, harus ada bukti dan saksi untuk melakukan itu, negara ini adalah negara hukum, jadi jangan sembarangan menuduh seseorang .








TERIMA KASIH