643 Gelandangan Terjaring Razia di Jakarta Selatan Selama 2016
Liputan6.com, Jakarta - Persoalan gelandang dan pengemis atau Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial (PMKS) di wilayah Jakarta Selatan belakangan ini menjadi
sorotan publik seiring pengungkapan kasus eksploitasi anak di wilayah Blok M.
Bahkan, ayah artis Marshanda, Irwan Yusuf yang terjaring razia saat mengemis di Jalan Bangka IX, Mampang Prapatan, Jaksel menambah deretan panjang masalah kesejahteraan.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Mursidin menegaskan, pihaknya terus berusaha membersihkan gelandangan dan pengemis di wilayahnya. Cara paling ampuh adalah dengan melakukan razia penjangkauan ke sejumlah titik yang kerap ditinggali gelandangan dan pengemis.
Selama 2016 ini, Sudin Sosial Jaksel telah menjangkau 643 gelandangan dan pengemis di wilayahnya. Mereka kemudian dibawa ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI), Cipayung, Jakarta Timur untuk mendapatkan pembinaan.
Bahkan, ayah artis Marshanda, Irwan Yusuf yang terjaring razia saat mengemis di Jalan Bangka IX, Mampang Prapatan, Jaksel menambah deretan panjang masalah kesejahteraan.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Mursidin menegaskan, pihaknya terus berusaha membersihkan gelandangan dan pengemis di wilayahnya. Cara paling ampuh adalah dengan melakukan razia penjangkauan ke sejumlah titik yang kerap ditinggali gelandangan dan pengemis.
Selama 2016 ini, Sudin Sosial Jaksel telah menjangkau 643 gelandangan dan pengemis di wilayahnya. Mereka kemudian dibawa ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI), Cipayung, Jakarta Timur untuk mendapatkan pembinaan.
·
"Per 27 Maret ada 643 PMK dari berbagai jenis terjaring razia. Semua dibawa ke Panti. Bayangkan sebanyak itu," ujar Mursidin di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Senin malam 28 Maret 2016.
Senin kemarin, petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudin Sosial Jaksel juga berhasil merazia 2 gelandangan anak-anak. Dua bocah itu berada di bawah kolong fly over Mampang Prapatan saat mengemis.
"Ada 2 orang anak yang disinyalir melakukan (ngemis). Sudah dibawa ke PSBI Cipayung," terang dia.
Mursidin mengatakan, para gelandangan dan pengemis yang dibawa ke PSBI akan mendapatkan pembinaan selama 21 hari sambil menunggu pihak keluarga menjemput. Namun jika lebih dari waktu itu, maka PMKS akan dibawa ke panti sosial yang lebih besar.
"Kurang dari 21 hari sebenarnya keluarga juga bisa membawa pulang. Asal memenuhi syarat. Syaratnya bukan materiil, tapi lebih ke administrasi. Intinya nggak ada bayar bawa pulang PMKS dari panti," jelas Mursidin.
11 Titik Rawan Gelandangan dan
Pengemis
Mursidin menjelaskan ada 11 titik wilayah rawan ditinggali gelandangan dan pengemis yang tersebar Jakarta Selatan. Antara lain di wilayah Blok M, Mampang Prapatan, Fatmawati, Lebak Bulus, Pondok Indah, dan sekitarnya.
"Kemudian di simpang Pertanian, Patung Pancoran, Patung Pemuda, CSW, dan lain-lain. Itu disebut zona 1," ucap Mursidin.
Sebanyak 100 personel P3S Sudin Sosial Jaksel setiap hari diterjunkan untuk merazia PMKS di wilayahnya. Ada 50 personel bekerja pada pagi hingga malam hari. Sementara 50 lainnya bekerja pada malam hingga pagi menyebar ke 11 titik rawan PMKS.
"Kami berkomitmen untuk mensterilkan wilayah Jakarta Selatan dari PMKS, paling tidak kami berharap bisa diminimalisir," Mursidin menandaskan.
Mursidin menjelaskan ada 11 titik wilayah rawan ditinggali gelandangan dan pengemis yang tersebar Jakarta Selatan. Antara lain di wilayah Blok M, Mampang Prapatan, Fatmawati, Lebak Bulus, Pondok Indah, dan sekitarnya.
"Kemudian di simpang Pertanian, Patung Pancoran, Patung Pemuda, CSW, dan lain-lain. Itu disebut zona 1," ucap Mursidin.
Sebanyak 100 personel P3S Sudin Sosial Jaksel setiap hari diterjunkan untuk merazia PMKS di wilayahnya. Ada 50 personel bekerja pada pagi hingga malam hari. Sementara 50 lainnya bekerja pada malam hingga pagi menyebar ke 11 titik rawan PMKS.
"Kami berkomitmen untuk mensterilkan wilayah Jakarta Selatan dari PMKS, paling tidak kami berharap bisa diminimalisir," Mursidin menandaskan.
OPINI
Menurut saya masalah pengemis ini berkaitan dengan kurang nya ilmu pengetahuan atau tidak pernah bersekolah bahkan permasalah pengemis ini pun berkaitan dengan teknologi, perkembangan teknologi yang semakin maju membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa, keterbatasan pengetahuan yang mereka miliki hanya bisa membuat mereka pasrah dengan keadaan, sebab itu mereka mengemis karena tidak ada lagi yang mereka bisa lakukan .
SOLUSI
Solusi yang harus dilakukan untuk permasalahan ini adalah :
- Membuka tenaga kerja yang tidak mempermasalahkan ijazah tapi dengan menggunakan skill atau kemampuan yang mereka punya .
- membuka sekolah gratis bagi mereka yang tidak mampu bersekolah
- membuka tempat kursus gratis untuk lebih mengembangkan kemampuan mereka .
TERIMA KASIH
http://news.liputan6.com/read/2469848/643-gelandangan-terjaring-razia-di-jakarta-selatan-selama-2016
Andhika Cipta Rachman
( 10116758 )
1KA17



















